Monumen, Nasibmu Kini..

Selain terkenal sebagai Kota Pariwisata dan Kota Budaya, Yogyakarta menyimpan keindahan dan sejarah di sudut-sudut kotanya. Monumen sebagai salah satu bangunan yang didirikan sebagai penanda dan catatan sejarah bertebaran di Kota Gudeg ini. Ketika berkunjung, cobalah tengok di sudut tempat-tempat stategis. Barangkali di sanalah berdiri monumen yang nasibnya memilih bertahan dihantam cuaca atau bertahan dihantam zaman?

AffandiMonumen Affandi. Terletak di perempatan ring road Condong Catur. Monumen yang berbentuk patung sang maestro seni lukis tersebut diresmikan oleh Bupati Sleman, H. Ibnu Subiyanto pada tanggal 10 Agustus 2006. Taman yang menghiasi monumen tersebut tampak terawat. Meskipun tata letaknya strategis, namun keberadaannya banyak dihiraukan para pengendara. Bahkan gedung yang berada di belakang monumen lebih megah dan menarik dibanding monumen Affandi. Di mana monumen ini didirikan terdapat jalan yang bernama Jalan Affandi, Gejayan. Tidak jauh dari jalan tersebut terdapat museum dan kediaman Affandi yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto.

Taman PKKTaman PKK memiliki monumen yang berbentuk patung pak tani yang sedang memanggul pacul dan bu tani yang sedang menggendong hasil tani berdiri sejajar. Monumen tersebut diresmikan tanggal 26 Juni 1994 oleh Tim Lomba Tingkat Provinsi D. I. Y. Taman PKK terletak di jalan Moses, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Monumen tersebut masih terawat meskipun terdapat beberapa coretan di dinding belakang monumen. Maka tak heran jika banyak orang mengabaikan monumen tersebut meskipun tempatnya strategis tidaklah menjamin pengendara yang melewati mengenal Taman PKK.

monumen-kota-pendidikan.jpg

Monumen Jogja Kota Pendidikan. Berbentuk patung Ki Hadjar Dewantara, sebagai Bapak Pendidikan Indonesia ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 16 Desember 2004. Monumen ini terletak di jalan Jend. Sudirman. Monumen tersebut berdiri gagah membelakangi salah satu gedung pusat penjualan buku di Yogyakarta. Beberapa tanaman hias di dalam pot ditata rapi menghiasi yang alhasil justru menutupi bagian bawah patung sehingga monumen tersebut kurang terlihat. Beberapa tulisan di monumen mulai memudar dan keterangan monumen tertutup oleh rimbunnya tanaman hias.

Monumen Tentara Keamanan Rakyat

Monumen Tentara Keamanan Rakyat. Diresmikan oleh Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Soesilo Soedarman, yang waktu itu menjabat Jenderal TNI (Purn) pada tanggal 31 Oktober 1993. Kemudian, monumen ini direnovasi kembali yang dipersembahan oleh Alumni Akademi Militer Angkatan Militer Angkatan 1948 dan 1949 / 1950 pada peringatan 50 tahun hari jadi Akademi Militer tanggal 31 Oktober 1995. Monumen tersebut terletak di halaman Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama, berseberangan dengan Monumen Jogja Kota Pendidikan. Letaknya yang didalam menyulitkan para pengendara yang lewat mengenali bahwa terdapat monumen. Namun monumen tersebut sangat terawat dan pantas diberi apresiasi.

Monumen Sanapati

Monumen Sanapati. Didirikan sebagai tanda peringatan 50 tahun terbentuknya persandian Republik Indonesia di Yogyakarta. Diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara R. I, Moerdino pada 4 April 1996.Monumen Sanapati ini berupa patung tugu berbentuk segitiga, berujung lancip mirip piramida dengan tinggi 3 meter dan lebar 2,5 meter. Pembangunan Monumen Sanapati yang dilakukan selama 1 bulan berdasarkan desain Drs. Kasman. Bentuknya yang menarik terlihat menonjol di tengah taman yang berada di depan Gereja Kotabaru.

Monumen SO

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Lebih dikenal dengan Monuemn Satu Maret didirikan untuk memperingati Serangan Umum 1 Maret ketika pejuang gerilya berhasil menguasai Yogyakarta selama enam jam. Peristiwa ini dikenal dengan enam jam di Yogya pimpinan Kolonel Soeharto. Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Maret 1973. Terdiri dari dua bangunan, di bagian depan terdapat tiga patung tentara, di belakang terdapat reliaf perjuangan dan bagian atas terdapat patung gunungan. Letak Monumen Satu Maret sangat strategis yaitu berada di komplek Benteng Venderburg. Monumen tersebut memiliki halaman yang luas sehingga sering dimanfaatkan untuk berbagai event.Berbagai perawatan dilakukan untuk mempertahankan monumen, baik dari tata cahaya, perawatan taman, pagar, lantai keramik, dan perawatan monumen itu sendiri.

Monumen Teknologi

Lingkar Teknologi.Patung yang terbuat dari tembaga ini dipersembahkan untuk kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya. Patung tersebut dirancang oleh Kasman KS. Letaknya di depan gedung Bank Indonesia membuat para pejalan berpikir bahwa monumen tersebut adalah logo Bank Indonesia. Keterangan yang tersedia tertutup oleh rimbunnya tanaman hias. Sayangnya, ketika malam tiba tidak ada cahaya yang menonjolkan keberadaan monumen tersebut.

Monumen Serbuan Kota Baru

Monumen Serbuan Kotabaru. Monumen tersebut dibangun untuk memperingati puncak pengambil alihan kekuasaan dari pihak Jepang di Yogyakarta dengan serbuan bersenjata dan pertumpahan darah, yang dikenal sebagai pertempuran Kotabaru pada tanggal 7 Oktober 1945, maka didirikan sebuah prasasti dengan nama para pahlawanyang gugurterukir di prasasti sebelah kiri yaitu: Sareh, Sadjiyono, Sabirin, Soenaryo, Soeroto, Soepadi, Soehodo, Soehartono, Trimo, dan Wardani. Serta nama pahlawan yang gugur terukir di prasasti sebelah kanan yaitu: Atmosukarto, Ahmad Djazuli, Achmad Zakir, Abu Bakar Ali, Djoemadi, Djuhar Nurhadi, Faridan M Noto (bekas So dan Tjo), Hadi Darsono, I Dewa Nyoman Oka (Inspektur Polisi), Kalipan, dan Ngasikan.Prasasti diresmikan oleh Gurbenur DIY, Hamengku Buwono IX. Prasasti ini terletak di jalan Wardani, Kotabaru. Beberapa warga sekitar merawat dengan baik prasasti yang menyimpan sejarah tersebut. Para warga menyadari pentingnya monumen yang menjadi penanda perjuangan para pahlawan yang telah gugur sehingga menjadi sejarah yang kelak dikenal oleh anak cucu.

Monumen Pal Putih

Taman Diorama Tugu Golong Gilig. Diresmikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, pada tanggal 5 Oktober 2015. Taman Diorama Tugu Golong Giligyang terletak di sebelah selatan Tugu Pal Putih atau lebih dikenal dengan nama Tugu Yogya ini terdapat lima unit informasi, yakni, Perjanjian Giyanti, Tugu Golong Gilig, Tugu Pal Putih Yogyakarta, Sumbu Imajiner, dan Sumbu Filosofi.Dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwana I di ujung Utara Sumbu Filosofi yang membentuk Kota Yogyakarta. Nama tersebut sesuai dengan bentuknya yang terdiri atas bentuk bola (golong) dan silinder (gilig) serta filosofinya yang melambangkan kebulatan tekad dan semangat “Manunggaling Kawula Gusti”. Rekontruksi bentuk Tugu Golong Gilig ini didasarkan pada gambar di dalam sebuah arsip dokumen yang saat ini disimpan di Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Keberadaan Taman Diorama Tugu Golong Gilig menjadi salah satu sarana untuk melestarikan makna dan nilai penting bangunan cagar budaya, serta dapat memberikan penjelasan dan pengingat pada masyarakat tentang sejarah Tugu Yogya yang dulunya bernama Tugu Golong Gi.

Monumen merupakan karya bernilai sejarah yang bisa dinikmati semua orang. Monumen kokoh berdiri mencatat ingatan yang bisa saja hilang dari pikiran kita sehingga ketika mata kita tidak luput melihatnya kemudian mampu mengingat kembali dan melawan lupa. Dan, masih banyak lagi monumen lainnya yang tidak terurus bahkan dilupakan. Bagaimana dengan monumen yang kamu temukan?

 

(Salah satu karya jurnalistik saya sewaktu masih menjadi mahasiswa, Oktober 2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s